cantik dari hati

cantik dari hati
wanita idaman

Senin, 26 Januari 2015

Cara Move On Ketika Masih Terobsesi dengan Mantan Kekasih


img
Dok. Thinkstock
 Putus cinta bukan hal mudah untuk diterima, apalagi jika Anda telah lama berhubungan dengan mantan kekasih. Meski telah disakiti, mungkin Anda tetap merasa dia orang terbaik yang pernah Anda miliki. Namun, hati-hati dengan perasaan tersebut. Itu tanda buruk bahwa Anda terobsesi dengan mantan kekasih.

Ketika Anda putus dengan kekasih karena dia berbuat buruk pada Anda, berhentilah untuk mengenang masa-masa indah bersamanya. Perasaan menyangkal tersebut, membuat Anda sulit move on. Ini cara untuk membantu Anda agar dapat meneruskan hidup, tanpa bayang-bayang masa lalu, seperti dilansir Future Scopes.

1. Menerima Kenyataan
Anda bisa memulai dengan menerima apa yang telah terjadi. Memang gampang diucapkan dibanding melakukannya. Tapi siapapun aan menyarankan orang yang patah hati untuk bisa menerima kenyataan, karena itulah yang bisa dilakukan agar bisa melanjutkan hidup. Memang membutuhkan waktu untuk bisa menerima. Ketika masa seperti ini, Anda boleh bersedih dan marah, tapi ingat jangan terlalu lama. Tetapkan waktu kapan Anda akan bangkit, misalkan Anda butuh waktu seminggu atau dua minggu untuk berkabung tapi setelah itu Anda harus berusaha move on. Setelah waktu yang ditetapkan, Anda harus merencanakan hidup baru Anda.

2. Hilangkan Perasaan Bersalah
Bebaskan diri dari perasaan bersalah dan menyesal setelah putus. 'Kalau saja aku bisa lebih perhatian, mungkin dia tidak selingkuh' atau 'seandainya, aku mau menurutinya, maka dia tidak akan kasar' apapun itu, jangan menyalahkan diri sendiri. Anda harus menerima kenyataan bahwa dia salah dan hubungan yang buruk tidak akan pernah berhasil.

3. Singkirkan Hal-hal yang Bisa Mengingatkannya
Cara untuk move on adalah dengan tidak mengingat-ingat tentang si dia. Untuk itu singkirkan barang-barang yang akan membuat Anda semakin mengingatnya. Kumpulkan barang-barang tentang si dia dan simpan di tempat yang tidak terlihat dan sulit dijangkau. Begitupula dengan akun media sosialnya, jika Anda tidak tahan melihat setiap tweetnya di Twitter atau wallnya di Facebook, Anda boleh menghapusnya sebagai teman.

4. Fokus Pada Diri Sendiri
Menjadi jomblo pasca putus cinta merupakan waktu yang tepat untuk 'merapikan' diri sendiri. Luangkan waktu untuk mencari tahu apa yang Anda inginkan, apa yang ingin dikejar dan membangun minat pada suatu hal. Dengan fokus pada diri sendiri, Anda akan mendapatkan identitas kembali.

5. Mencari Rutinitas Baru
Selain membuat Anda lebih sibuk, rutinitas baru dapat menyegarkan pikiran Anda. Anda bias mencoba mendaftarkan diri di tempat fitnes, ikut kelas make-up atau kursus menjahit. Cara ini bisa membuat Anda lupa dengan mantan kekasih.

6. Hindari Langsung Mencari Pacar Baru
Mencari kekasih baru tidak membuat Anda bisa lupa dengan mantan kekasih. Pria baru yang hadir bisa saja hanya menjadi pelarian Anda. Dari pada terburu-buru menjalin hubungan dengan orang lain, lebih baik berkumpul dengan teman-teman Anda. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menyingkirkan perasaan kesepian. Selain bertemu dengan teman, Anda bisa berbelanja, lebih dekat dengan keluarga atau memelihara binatang.

BELAJAR IKHLAS


Ikhlas itu kata yang mudah diucapkan, tetapi sulit dilaksanakan. Karena itu, kita perlu belajar dan membiasakan diri menjadi mukhlis (orang yang ikhlas).

Dari segi bahasa, ikhlas itu mengandung makna memurnikan dari kotoran, membebaskan diri dari segala yang merusak niat dan tujuan kita dalam melakukan suatu amalan.

Ikhlas juga mengandung arti meniadakan segala penyakit hati, seperti syirik, riya, munafik, dan takabur dalam ibadah. Ibadah yang ikhlas adalah ibadah yang dilakukan semata-mata karena Allah SWT.

Ungkapan “semata-mata karena Allah SWT” setidaknya mengandung tiga dimensi penghambaan, yaitu niatnya benar karena Allah (shalih al-niyyat), sesuai tata caranya (shalih al-kaifiyyat), dan tujuannya untuk mencari rida Allah SWT (shalih al-ghayat), bukan karena mengharap pujian, sanjungan, apresiasi, dan balasan dari selain Allah SWT.

Beribadah secara ikhlas merupakan dambaan setiap Mukmin yang saleh karena ikhlas mengantarkannya untuk benar-benar hanya menyembah atau beribadah kepada Allah SWT, tidak menyekutukan atau menuhankan selain- Nya. “Sembahlah Allah dan jangan kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun” (QS An-Nisa’ [4]: 36).

Jika ikhlas sudah menjadi karakter hati dalam beramal ibadah, niscaya keberagamaan kita menjadi lurus, benar, dan istiqamah (konsisten). (QS Al-Bayyinah [98]: 5). Selain kunci diterima tidaknya amal ibadah kita oleh Allah SWT, ikhlas juga membuat “kinerja” kita bermakna dan tidak sia-sia. Kinerja yang bermakna adalah kinerja yang berangkat dari hati yang ikhlas.

Menurut Imam Al-Ghazali, peringkat ikhlas itu ada tiga. Pertama, ikhlas awam yakni ikhlas dalam beribadah kepada Allah karena dilandasi perasaan takut kepada siksa-Nya dan masih mengharapkan pahala dari-Nya.

Kedua, ikhlash khawas,ialah ikhlas dalam beribadah kepada Allah karena dimotivasi oleh harapan agar menjadi hamba yang lebih dekat dengan-Nya dan dengan kedekatannya kelak ia mendapatkan “sesuatu” dari-Nya.

Ketiga, ikhlash khawas al-khawas adalah ikhlas dalam beribadah kepada Allah karena atas kesadaran yang tulus dan keinsyafan yang mendalam bahwa segala sesuatu yang ada adalah milik Allah dan hanya Dia-lah Tuhan yang Mahasegala-galanya.

Ikhlas merupakan komitmen ter ting gi yang seharusnya ditambatkan oleh setiap Mukmin dalam hatinya: sebuah komitmen tulus ikhlas yang sering dinyatakan dalam doa iftitah. (Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku semata-mata karena Allah Tuhan semesta alam). (QS Al-An’am [6]: 162).

Sifat dan perbuatan hati yang ikhlas itu merupakan perisai moral yang dapat menjauhkan diri dari godaan setan (Iblis). Menurut At-Thabari, hamba yang mukhlis adalah orang-orang Mukmin yang benar-benar tulus sepenuh hati dalam beribadah kepada Allah, sehingga hati yang murni dan benar-benar tulus itu menjadi tidak mempan dibujuk rayu dan diprovokasi setan.

Ikhlas sejatinya juga merupakan “benteng pertahanan” mental spiritual Mukmin dari kebinasaan atau kesia-siaan dalam menjalani kehidupan. Ibnu Al-Qayyim Al-Jauziyah berujar, “Amal tanpa keikhlasan seperti musafir yang meng isi kantong dengan kerikil pasir. Memberatkannya tetapi tidak bermanfaat.”


Kenapa Harus Ilmu Komunikasi?

  Perkataan John Lenon yang paling populer sehingga menjadi kalimat utama pada banner magister ilmu komunikasi Undip adalah
   “THE MIRACLE TODAY IS COMMUNICATION”
Berawal dari kebingungan ketika memilih jurusan pada saat mengisi formulir SNMPTN 4,5 tahun yang lalu. Well akhirnya berbekal kegemaran corat-coret di buku diary (sampai berseri-seri dari zaman masih culun sampai zaman alay) akhirnya saya melingkari jurusan ilmu komunikasi dan memilih Undip sebagai PTN tujuan saya.
Kemudian saya berdiskusi dengan salah satu teman SMP saya yang juga diterima di jurusan ilmu komunikasi Unpad. Diskusi tentang alasan dan mengapa kami mengambil jurusan ilmu komunikasi tersebut. Begini ceritanya:
Pada zaman revolusi industri dulu, orang yang bisa menguasai dunia adalah orang yang mempunyai mesin- mesin canggih, mengingat revolusi industri adalah sebuah masa peralihan dimana tenaga manusia digantikan dengan tenaga mesin dalam setiap aspek kehidupan terlebih dalam bidang produksi. So? apa hubungannya sama komunikasi?
Eits ada donk hubungannya. Ketika zaman revolusi industri, orang yang mempunyai mesin-mesin canggih yang berkuasa, lain halnya dengan zaman reformasi seperti pada saat ini. Pada zaman reformasi, orang yang berkuasa adalah orang yang bisa menguasai atau sebagai pemilik media. Why? Kenapa?
“Kuasai dulu media, maka kau akan menguasai dunia.”
Awalnya saya tidak terlalu ambil pusing dengan kesimpulan ini. Tapi setelah berkenalan lebih jauh dengan ilmu-ilmu tentang komunikasi, sekarang aku membenarkan hal tersebut. Komunikasi bukan sekedar sebuah kegiatPelajaran awal yang di dapat adalah pelajaran-pelajaran umum. Mulai dari pengantar ilmu komunikasi, sampai kepada komunikasi antar pribadi, komunikasi kelompok, komunikasi organisasi, sampai kepada tingkatan yang paling luas yaitu komunikasi massa. Komunikasi massa merupakan proses penyampaian pesan dengan menggunakan media massa seperti televisi, radio, koran, majalah, tabloid, internet dan lain sebagainya.
“Ciri khas komunikasi massa: dapat menjangkau ribuan bahkan jutaan audiens”
Kenapa ya media massa memiliki arti yang begitu penting?
  1. Melalui media massa kita mengetahui hampir segala sesuatu yang kita tahu tentang dunia di luar lingkungan dekat kita
  2. Warga yang berpengetahuan dan aktif akan sangat mungkin terwujud di dalam demokrasi modern hanya jika media massa berjalan dengan baik.
  3. Orang membutuhkan media massa untuk mengekspresikan ide-ide mereka ke khalayak luas
  4. Negara-negara kuat menggunakan media massa untuk menyebarkan ideologinya dan untuk tujuan komersil
Karena pentingnya peranan media massa tersebut,  banyak orang yang berlomba-lomba untuk menunjukkan eksistensinya dalam dunia media. Termasuk dalam media internet dimana pada saat ini dikenal dengan jejaring sosial yang sangat digandrungi.
Selain itu, bagi para pencari profit, perkembangan media massa dianggap sebagai suatu peluang untuk mencari keuntungan yang sebesar-besarnya. Seperti yang dikatakan dalam teori Spiral tentang sejarah, bahwa sejarah akan berulang. Hanya saja pemainnya yang berbeda. Maka sejarah pada masa revolusi industri akan berulang pada zaman reformasi, hanya saja pemain dan perihalnya yang berbeda.
Akibat dari persaingan yang begitu ketat dalam dunia media massa, Banyak pemilik media tidak memperhatikan lagi kode etik dan kemanfaatan dari isi media yang dimilikinya. Memang berkenaan dengan isi media yang akan ditayangkan dan dinikmati oleh jutaan pirsawan, bukan mutlak sepenuhnya berada di tangan pemilik media, karena sebenarnya media menyajikan apa yang diinginkan oleh pirsawan. Oleh karena itu, kita harus bijak dalam memilih tontonan-tontonan yang bermanfaat untuk diri kita. Karena sejatinya setiap orang mempunyai filter dalam dirinya masing-masing untuk menyaring informasi-informasi yang diterimanya.
Kondisi media saat ini sering mendapat sorotan tajam dimana apa yang ditampilkan terkadang lebih banyak memuat unsur negatif. Ada sebuah istilah gatekeeper yang menentukan sebuah informasi dapat diteruskan kepada khalayak atau tidak. Pada posisi-posisi inilah dibutuhkan adanya orang yang bertanggungjawab, tidak hanya ahli dalam bidangnya namun juga mempunyai kepedulian yang sangat besar terhadap pengaruh yang akan ditimbulkan dari apa yang disajikan oleh media.
Memang setiap profesi yang baik akan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat untuk orang lain tapi saya masih jarang menjumpai orang  yang menginginkan  untuk berkuliah di jurusa ilmu komunikasi. Padahal jika melihat peluang kedepan, jurusan ini sangat potensial. Jika goal yang dituju adalah jabatan dan pekerjaan, jurusan ini cukup menjanjikan dimana setiap perusahaan pasti membutuhkan humas atau pr. Atau jika yang dituju adalah pengembangan diri dan hobi, maka jurusan ilmu komunikasi sangat tepat untuk mengembangkan diri di bidang public relation dan jurnalistik yang lebih khusus ada beberapa cakupan di dalamnya seperti advertising, event organizer, broadcast dan lain-lain. Jadi? kenapa harus ilmu komunikasi? ;-)