(Diskominfo / td)Guna mempelajari tentang Advokasi Pertanahan, 11 orang pejabat dan staf Sekretariat Kabupaten (Setda) Bulungan Kalimantan Utara melakukan kunjungan kerja ke Setda Kabupaten Subang, Kamis (6/11/2014). Rombongan diterima langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kab Subang, Drs. H. Abdurakhman, M.Si di Ruang Rapat Bupati.
Selaku pimpinan rombongan, Sekda Kab Bulungan, Drs. Syafril menyampaikan bahwa sebagai kabupaten baru yang berumur 1 tahun lebih ini merasa perlu belajar banyak mengenai tantangan yang harus dihadapi dalam hal masalah pertanahan. Tantangan di Kabupaten Bulungan diantaranya penyerobotan tanah negara oleh warga, tumpang tindih ijin penggunaan lahan oleh pihak ketiga dan konflik penguasaan lahan antara perusahaan dan warga. “Kami merasa perlu banyak belajar tentang upaya penyelesaian masalah konflik tanah ke kabupaten yang telah berpengalaman. Kami pilih ke Subang,” ujar Syafril dalam sambutannya. Kemudian dikatakan bahwa selama ini upaya yang dilakukan oleh Pemkab Bulungan ialah dengan melibatkan Badan Pertanahan Nasional (BPN) melalui Seksi Sengketa. “Kami ingin mengetahui bagaimana (Pemkab) Subang menanganinya? Apakah membentuk tim? Bagaimana mekanismenya dan kewenangan tim yang dibentuk? Apa pula Produk yang dihasilkan? Apakah MoU atau keputusan atau apa? Kita juga ingin tahu,” tambah Syafril yang didampingi oleh Kasubag Administrasi Pertanahan Bagian Tata Pemerintahan, Kab Bulungan, M. Saleh, SE. Pada kesempatan tersebut, dijelaskan oleh Kepala Bagian Hukum, Thomas Tarigan, SH, bahwa Pemkab Subang dalam upaya menyelesaikan masalah pertanahan dibentuk tim dengan surat kuasa khusus dari Bupati Subang. Masalah pertanahan yang tengah aktual sekarang ialah masalah tanah untuk kepentingan jalan tol. Karena masalah ini merupakan kepentingan nasional maka ganti ruginya telah dititipkan ke Pengadilan. Masalah lainnya ialah tanah milik Pemerintah Hindia Belanda yang dialihkan ke pemerintah Subang yang digugat oleh pihak lain. “Menghadapi masalah ini terkadang Pemkab kekurangan dalam saksi fakta,” ujar Thomas. Pada kesempatan itu antara Pemkab Bulungan dan Subang bertukar cindera. Subang dianugrahi sebilah mandau yang merupakan senjata khas Suku Dayak sedangkan Kab. Bulungan dianugrahi miniatur Sisingaan. (td) |
Sumber: www.subang.go.id |
cantik dari hati
wanita idaman
Minggu, 23 November 2014
PEMKAB BULUNGAN PELAJARI ADVOKASI PERTANAHAN KE SUBANG
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar